Rest in Peace SHINee Jonghyun




Senin sore 18 Desember 2017, dunia K-pop gempar dengan berita Jonghyun SHINee yang ditemukan enggak sadarkan diri di officetel. Rumor Jonghyun bunuh diri dengan menghirup asap beracun bakaran briket batubara, nyebar dengan cepat dan bikin fans SHINee maupun fans K-pop lainnya heboh. 

Saya sendiri yang kebetulan lagi curi-curi pandang ke timeline Twitter pas rapat redaksi di kantor cukup kaget dengan berita itu. Apalagi temen di redaksi baru aja ngasi tau kalau Taeyang Big Bang baru ngumumin kalau dia dan Min Hyorin bakal nikah Februari nanti. Curi-curi timeline berharap nemu berita lebih lanjut soal berita rencana Taeyang kawinan,  berubah jadi kaget karena liat breaking news tentang Jonghyun SHINee yang lebih ngagetin sekaligus bikin sedih 

Berita di Twitter sempat simpang siur. Ada yang bilang dia masih kritis dan lagi diusahakan dengan bantuan media lewat CPR, operasi, dsb. Tapi rumor kalau Jonghyun udah meninggal juga ga kalah kencengnya. 

SM Entertainment sebagai agensinya Jonghyun juga cukup lama ngasi statement resmi. Saya lihat banyak yang kesel dan marah sama sikap SM ini. Padahal beberapa media udah mengumumkan kalau Jonghyun meninggal dan udah ada pernyataan dari kakaknya juga. Tapi yah, menurut saya wajar kalau SM agak mengulur waktu, karena mereka juga perlu info yang akurat. Apalagi ini berhubungan dengan status hidup dan mati. Tapi wajar juga sih kalau ada fans maupun bukan fans yang kesel pas nungguin statement resmi dari SM. 


Saya sendiri yang enggak ngefans, ikut deg-degan nunggu rilis resmi dari SM. Jujur selama ini SHINee bisa dibilang grup dari SM yang paling enggak saya ikuti. Paling cuma tau nama member dan beberapa lagu mereka. Soal Jonghyun pun, tau dia dari salah satu lagu SM The Ballad generasi pertama yang ada Kyuhyun, Jonghyun, Jino, dan Jay. Lagu Hot Times dari SM The Ballad, sampai sekarang masih jadi salah satu lagu di playlist K-pop yang tiap hari didengerin. Nada tinggi dari Jonghyun jadi ciri khas dan sukses bikin merinding tiap kali dengerin lagu ini.






Setelah statement resmi keluar, netizen ramai-ramai membahas soal penyebab Jonghyun memutuskan untuk bunuh diri. Apalagi ternyata dia dalam proses persiapan comeback solo tahun depan nanti, udah rekaman, photoshoot, sampai udah shooting MV. Jonghyun juga baru shooting variety show Night Goblin dan baru selesai konser solo tanggal 10 Desember lalu. Di konser keliatan baik-baik aja, senyum, nyanyi dengan semangat, ketemu fans, lalu seminggu kemudian memutuskan buat mengakhiri hidup sendiri...

Depresi. Itulah yang dituding jadi penyebab Jonghyun SHINee akhirnya memutuskan hal mengerikan tadi. Pastinya enggak ada yang nyangka kalau Jonghyun bakal pergi dengan cara kayak gitu. Kejadian ini juga bikin saya sadar kalau depresi itu bener-bener mengerikan karena enggak ada yang tau kapan "monster" atau "setan" atau apalah itu, mendorong seseorang akhirnya berani buat bunuh diri.

Isu depresi ini emang ga pernah lepas dari dunia entertainment. Apalagi dunia entertainment Korea terkenal penuh saingan dan angka bunuh diri yang cukup tinggi dari negara ini. Seorang idol K-pop dari awal sebelum memulai karirnya udah harus berkompetisi buat masuk agensi. Saat udah jadi trainee, mereka berkompetisi buat bisa segera debut. Setelah debut, kompetisi bisa dibilang makin ketat karena mereka harus bisa merebut hati fans supaya tetap bisa eksis ditengah banyaknya group lain dari agensi yang berbeda maupun dari agensi mereka sendiri.

Sepanjang kompetisi ini tentu ada aja orang yang enggak suka mereka atau yang disebut antis. Ga cuma komentar jahat, enggak jarang antis ini nyerang idolnya langsung di dunia nyata, belum lagi fans gila atau sasaeng fans yang bisa dengan ajaibnya merangsek ke kehidupan pribadi si idol. Seolah sekali idol itu debut, diterima di masyarakat, hidup mereka pun buat masyarakat.

Karena itu, sebagian besar idol pasti selalu menjaga penampilannya sampai kayaknya maluuu banget kalau dishoot tanpa makeup. Mereka harus jaga sikap banget, bahkan beberapa agensi ada yang melarang idolnya buat nyetir sendiri. Jaga-jaga kalau tiba-tiba si idol ini apes dan terlibat dalam kecelakaan. Jaga imej juga soal tata rambut, baju, riasan, dsb dsb dsb...parahnya di saat yang sama "secara ga sadar" masyarakat pun menuntut idol ini buat selalu senyum, ramah, pokoknya terlihat happy sepanjang waktu. Karena ga bisa dipungkiri juga sih, idol kan bagian dari entertainment alias dunia hiburan alias buat apalagi selain buat nyenengin hati orang.

Dibalik imej yang bikin orang happy dengan senyum dan keramahan, K-pop juga terkenal ekspresi tangis dari idolnya. Pas kuliah pernah ikut kuliah umum soal K-pop dan salah satu yang dibahas adalah kenapa orang suka K-pop. Lalu salah satu penyebabnya adalah idol laki-laki yang nangis ternyata jadi daya tarik tersendiri buat beberapa orang karena dianggap unik dan menarik. Karena lihat idol pria yang nangis ini, fans jadi merasa ada seseorang yang butuh mereka dan mereka para fans akan selalu hadir buat menghibur kembali si idol ini lewat menikmati karyanya, beli album, nonton konser, dsb.

Tapi di saat yang sama, ketika idol K-pop mewek nangis-nangis di konser, variety show, atau bahkan media sosial pribadi mereka, enggak jarang yang merasa bodo amat hingga mengecap idolnya sebagai seorang attention seeker a.k.a caper!

Yah, enggak muna...saya pun termasuk salah satu dari tipe fans K-pop yang demikian. Suka K-pop tapi kalau udah liat idol kesayangan mewek, langsung bilang "Yahilah apa sih lebay banget...akting paling ini mah, caper doang biar fansnya makin heboh"

Kemudian dengan kabar berita kepergian Jonghyun ini bikin saya mulai sadar kalau ternyata depresi di idol K-pop itu ternyata separah itu. Nangis-nangisnya idol, entah itu karena terharu liat fansnya, nangis karena rasa terima kasih, atau mungkin nangis karena banyak beban yang dipendam, rupanya sebegitu berpengaruhnya buat kehidupan si idol.

Beban hidup karena tekanan kompetisi buat tetap eksis ditambah komentar antis yang enggak jarang super mengerikan dan nyakitin pastinya bikin beban pikiran si idol makin parah. Belum lagi beban fisik akibat jadwal yang padat, enggak sempat ketemu keluarga, teman dekat, boro-boro mau cerita keluh kesah.

Padahal buat meredakan depresi ini, cerita ke teman atau keluarga adalah salah satu solusinya. Selain itu penghargaan atas kerja keras juga perlu supaya seseorang merasa dihargai. Sederhananya, dia jadi punya alasan buat hidup.Pantas aja setiap postingan tentang idol Korea, saya sering menemukan kalimat "thanks for your hardwork!" atau dalam bahasa korea "수고했어요 atau sugohaesseoyo". Ternyata sepenting itu yah ungkapan itu :') 

Buat kasus Jonghyun entahlah saya juga enggak tau bagaimana hubungannya dengan keluarga, teman, member SHINee yang lain, dsb. Ada masalah lain yang lebih pelik selain soal karir dia di dunia entertainment kah? Entah...Tapi baca dari translate-an surat dan chatting terakhir Jonghyun ke kakak dan temannya, seolah menggambarkan kalau dia merasa dirinya ga bisa maksimal lagi buat berkarya...

Tapi setidaknya dari kasus Jonghyun ini saya cukup belajar kalau enggak suka dengan seseorang di dunia entertainment, entah K-pop atau yang lainnya. Yaudah, gausah diekspresiin berlebihan sampai menghujat langsung ke si artis. Paling enggak itu sih yang bisa dilakuin sama penikmat Kpop macam saya...jadi inget, beberapa hari lalu sempat kepikiran buat bikin postingan karena kesel sama konsep sok imut salah satu idol...ahahaha sepele dan lebay amat sih gue.

Once again, rest in peace Kim Jonghyun SHINee, you have such a great talent and thank you for your hard work! Stay strong all the Shawols, especially Jonghyun's stan..




No comments

Powered by Blogger.